Senin, 21 Maret 2016

Kirim Paket ke Luar Negeri Pakai EMS Pos Indonesia, Why Not?

It's been a looong time since the last time I opened this blog. Well, I'm grateful, it's still working hahaha.

Kali ini saya mau share pengalaman saya kirim dokumen ke luar negeri. Pasti banyak sekali teman-teman yang masih galau mau ambil jasa apa untuk kirim dokumen atau paket ke luar negeri, kan? Karena ke-galau-an itupun terjadi pada saya. *I know what you feel! Hahaha*

Saya termasuk salah satu dari sekian mbak-mbak onlineshop yang sering kirim paket dan saya lebih suka pakai Pos Indonesia. Kenapa? Karena ongkos kirim di Pos Indonesia itu dihitung pergram (bukan perkilo seperti JNE/TIKI). So, kalau mau kirim barang kurang dari sekilo, ongkos kirim jauh lebih terjangkau kalau pakai Pos Indonesia. Tapi, untuk kirim dokumen ke luar negeri, saya sama sekali belum punya pengalaman. Mau pakai Pos Indonesia lagi, saya masih ragu. Akhirnya, sebelum saya memutuskan untuk mengambil jasa apa, tentunya saya cari tahu dulu lewat internet.

Setelah membuka beberapa artikel, saya menjatuhkan pilihan ke Pos Indonesia lagi. Hmm.. EMS Pos Indonesia lebih tepatnya. Setia banget ya saya orangnya? Hahaha. Nope, I chose this service again because they offered affordable price.

Sebelum Anda berangkat ke kantor pos terdekat, baiknya anda cek di http://ems.posindonesia.co.id/ untuk ketentuan pengiriman dan http://ems.posindonesia.co.id/ratepiol.php untuk cek ongkos kirim ke negara tujuan paket anda dikirimkan. Waktu itu saya kirim dokumen ke Bangkok, Thailand dengan berat 156 gram dan ongkos kirim hanya Rp 137.196. Harga ini bisa dibandingkan dengan jasa kirim lainnya yang menurut saya jauh lebih mahal dari EMS Pos. Fyi, ongkos kirim EMS dalam mata uang US Dollar jadi tarifnya pun kompetitif.

Setelah memastikan bahwa paket saya terbungkus rapi dengan plastik, saya menyerahkan paket tersebut ke petugas. Petugas pun memberikan form yang harus diisi. Kurang lebih data yang harus diisi di form adalah data pengirim, data penerima, dan keterangan paket. Di keterangan paket nanti akan didetailkan paket kita isinya apa, terbuat dari apa, dan nilainya berapa. Karena paket saya cuma berisi dokumen dan cd, bagian nilai barang saya isi 0. Lebih baik, untuk mengirim paket ke luar negeri, anda mencari kantor pos besar atau kantor pos di kota karena dengar-dengar tidak semua kantor pos melayani customer dengan EMS.

Setelah paket saya percayakan ke petugas pos, di rumah saya rajin mengecek keberadaan paket saya. Untuk mengecek keberadaan paket, anda bisa mengakses http://ems.posindonesia.co.id/. Anda tinggal memasukkan no.barcode yang ada di resi anda. Saya mengirim paket tersebut tanggal 2 Maret, tetapi hingga tanggal 6 Maret status di web tersebut masih saja 'posting/collecting'. Padahal petugas kantor pos menjanjikan ke saya bahwa paket akan sampai dalam jangka waktu seminggu. Masak 4 hari setelah dikirim, statusnya masih 'posting/collecting'? Saya pun mulai khawatir dan menanyakannya ke official twitter Pos Indonesia, namun tidak ada tanggapan. Akhirnya saya mengirimkan keluhan ke Pos Indonesia melalui webnya di http://www.posindonesia.co.id/index.php/loginall-comuser-views/kontak-kami/keluhan-2 dan direspon melalui e-mail, tetapi responnya pun tidak memuaskan. Syukurlah, bagian administrasi di Thailand mengabari saya bahwa paket saya sudah sampai.

Saya masih penasaran, paket saya sudah sampai tapi kok di webnya statusnya masih 'posting/collecting' ya? Sistemnya yang error atau bagaimana? Akhirnya, besok paginya saya cek lagi di web ems dan statusnya 'final delivery'. Hmm.. Sepertinya memang sistemnya yang perlu diperbaiki ya. Untung pihak Thailandnya kasih kabar ke saya. Kalau tidak, mungkin saya sudah berprasangka buruk ke EMS Pos Indonesia.


Kurang lebih begitulah pengalaman saya pakai jasa EMS Pos Indonesia. So far, memuaskan kok pakai jasa Pos Indonesia, baik pengiriman ke dalam negeri maupun luar negeri. Ongkos kirimnya terjangkau. Selain itu, lumayan cepat juga waktu pengirimannya. Saya kirim paket dari Indonesia tanggal 2 Maret, sudah sampai di Thailand tanggal 7 Maret. Tidak sampai seminggu, paket sudah sampai. Mungkin bisa jadi catatan untuk EMS Pos Indonesia agar bisa memperbaiki sistemnya, jadi customernya pun tidak berburuk sangka hehehe.